Ribuan
hari telah berlalu dan aku masih menunggu keajaiban akan mempertemukan. Namun, mungkin
sudah bukan masanya, mereka bilang. Mungkin memang sudah bukan lagi waktunya
bagiku untuk terus memandangi punggungmu yang kian menjauh. Jarak kita bukanlah
bentang ruang yang tidak bisa ditempuh, tetapi hanya sampai setipis nyaris raga
kita berhadapan.
Tuesday, 24 March 2026
Setipis Nyaris
Wednesday, 31 December 2025
Seberapa?
Saturday, 8 November 2025
Semua yang Setelahmu
Semua yang setelahmu hanyalah
kemungkinan—tidak pernah mencapai kepastian. Sekeras apa pun aku berusaha, ternyata
hati ini tidak bisa lagi memberi rasa. Walaupun jauh di relungnya kutahu kita
tak mungkin bisa bersama, setitik asa itu akan selalu ada. Bukankah memang
seperti itu cinta? Kautahu kau takkan berakhir dengannya, tetapi memilih tetap mendekap
rasa itu di balik dada.
Friday, 13 June 2025
Sekelebat tentang Kita
Saturday, 12 April 2025
Janji kepada Bulan
Tak pernah kutahu apa itu cinta sebelum denganmu bertatap muka. Kendati demikian, bukan wajahmu yang membuatku luluh lantak sedemikian rupa. Benar aku melihat jagat raya di sepasang netramu. Benar aku menyaksikan panas mentari meleleh di balik tawamu. Benar aku menemukan bulan sabit di senyummu. Namun, bukan karena itu semua aku jatuh hati kepadamu.
Tak pernah kutahu jika melupakan
seseorang jauh lebih sulit daripada apa pun yang pernah kulalui. Satu yang
kutahu: kau sama terlukanya denganku—atau mungkin lebih? Berkedip sekali saja,
kita akan sama-sama meneteskan air mata kala itu. Namun, kita sudah berjanji
untuk berbahagia demi satu sama lain, bukan? Sebuah janji kepada bulan.




